selamat datang

selamat datang di blog saya, semoga isi dari blog ini bermanfaat buat anda.

Sabtu, 03 November 2012

Evaluasi Hasila Belajar (Tingkat kesukaran,Daya beda,Validitas, dan Reabilitas,


BAB I
PENDAHULUAN
Dalam pembelajaran perlunya hasil jawaban yang mudah dipahami mengenai nilai hasil dari peserta. Untuk mengetahui seberapa baiknya soal yang dipahami. Tes hasil belajar merupakan instrument atau alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar dengan cara mengukur atau mengujikannya. Sebagai sebuah alat ukur tes hasil belajar harus memenuhi persyaratan yang dituntut untuk dimiliki oleh sebuah alat ukur yang baik sebagaimana alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data dan ilmu alam.alat ukur pengumpulan data harus memenuhi dua syarat yaitu validitas dan reliabilitas.
Analisis butir dapat dilakukan dengan salah satu dari dua cara tergantung teori tes yang digunakan. Teori tes itu dapat berupa teori tes klasik atau modern.tapi yang kita gunakan adalah tes klasik, tes modern masih dalam tahap pengembangan.
Teori tes klasik adalah teori mengenai analisis butir tes dimana analisis dilakukan dengan memperhitungkan kedudukan butir dalam suatu kelas atau kelompok. Karakteristik atau kualitas butir sangat tergantung pada kelompok dimana analisis butir dilakukan sehingga kualitas butir terikat pada sampel responden atau siswa yang memberikan respons. Karakteristik butir berhubungan dengan tingkat kesukaran dan daya beda.
Pembahasan mengenai tingkat kesukaran dan daya beda akan dikerjakan dan dibahas dengan soal yang telah diambil kesekolah-sekolah sebagai sampel. Lalu akan dilanjutkan dengan alat ukur untuk menentukan validitas dan reliabilitas terhadap soal.pembahasan tersebut akan dibahas dalam bab selanjutnya.












BAB II
PEMBAHASAN
Dalam pengujian hasil belajar ada sejumlah karakteristik soal yang diuji yaitu, tingkat kesukaran dan daya beda.

A.    TINGKAT KESUKARAN
Tingkat kesukaran (difficulty index) atau TK dapat didefinisikan sebagai proporsi siswa peserta tes yang menjawab benar.
Definisi itu dapat dijelaskan dengan sebuah rumus dimana TK adalah sejumlah peserta yang menjawab benar dibagi dengan jumlah peserta.
 
Keterangan:
TK= tingkat kesukaran
SB= jumlah siswa yang menjawab benar
SP= jumlah siswa peserta tes.
Misalnya dari 10 siswa yang mengikuti uji coba THB, pada butir (soal) 1 terdapat 7 orang dapat menjawab benar dan pada soal ke 2 terdapat 2 orang yang menjawab benar. Maka:
 
 
Nilai TK butir merentang antara 0- 1.
Secara keseluruhan pembahagian rentang TK diatur sebagai berikut:
Rentang TK
Kategori
0,00- 0,19
Sangat sukar
0,20- 0,39
Sukar
0,40- 0,59
Sedang
0,60- 0,79
Mudah
0,80- 1,00
Sangat mudah

Pada teori diatas kami menggunakan data atau sampel untuk lebih banyak menjelaskan dan mudah dipahami mengenai tingkat kesukaran ini yang telah dicoba pada SMAN 9 MEDAN, datanya adalah sebagai berikut:
Ini adalah data keseluruhan nilai yang telah diuji pada kelas 1 di SMA MEDAN. Maka nilai tingkat kesukarannya pada setiap soalnya adalah:
ž  TK(1)=25/26=0,96                  tergolong sangat mudah
ž  TK(2)=13/26=0,5                    tergolong sedang
ž  TK(3)=11/26=0,42                  tergolong sedang
ž  TK(4)=9/26=0,34                    tergolong sukar
ž  TK(5)=23/26=0,88                  tergolong sangat mudah
ž  TK(6)=9/26=0,34                    tergolong sukar
ž  TK(7)=15/26=0,57                  tergolong sedang
ž  TK(8)=11/26=0,42                  tergolong sedang
ž  TK(9)=17/26=0,65                  tergolong mudah
ž  TK(10)=1/26=0,038                tergolong sangat sukar



Maka yang dapat disimpulkan dari data diatas soal yang dibuat dan tingkat pemahaman siswanya masih tergolong sangat rendah. Karena soal yang dibuat tergolong mudah dan sedikit analisis soal. Tapi tingkat kesukarannya sudah berpariasi bisa dikatakan soal- soalnya valid karena dijawab dengan jawaban yang berpariasi.
B.     DAYA BEDA
Daya beda (DB) adalah kemampuan butir soal yang membedakan siswa yang mempunyai kemampuan tinggi dan rendah.DB berhubungan dengan derajad kemampuan butir membedakan dengan baik perilaku pengambil tes dalam tes yang dikembangkan (Anastasi dan urbina 1997:179).
DB itu dapat ditentukan besarannya dengan rumus sbb:
DB=Pt-Pr

Atau


 


Keterangan:
ž  Pt= proporsi siswa yang menjawab benar pada kelompok siswa yang mempunyai kemampuan tinggi.
ž  Pr=proporsi siswa yang menjawab benar pada kelompok siswa yang mempunyai kemampuan rendah
ž  Tb=jumlah peserta yang menjawab benar pada kelompok siswa yang mempunyai kemampuan tinggi
ž  T=jumlah kelompok siswa yang mempunyai kemampuan tinggi
ž  Rb=jumlah peserta yang jawab benar pada kelompok siswa yang mempunyai kemampuan rendah
ž  R=jumlah kelompok siswa yang mempunyai kemampuan rendah
Langkah-langkah perhitungan:
Menentukan siswa kelompok atas dan bawah. kelompok atasa adalah setengah kelompok yang mempunyai nilai tertinggi. Kelompok bawah setengah yang mendapatkan nilai terendah.
Tabel nilai atas dan bawah
                                    
ž  Menghitung DB:


 












 









Nilai persoal
Kelompok atas
Kelompok bawah
0,076
benar/salah
benar/salah
0,84
benar/salah
benar/salah
0,69
benar/salah
benar/salah
0,53
benar/salah
benar/salah
0,15
benar/salah
benar/salah
-0,46
Menjawab salah
Menjawab benar
0,61
benar/salah
benar/salah
0,38
benar/salah
benar/salah
0,69
benar/salah
benar/salah
+1,00
Menjawab benar
Menjawab salah

Nilai DB akan merentang antara -1,00 hingga +1,00.
ž  Bila semua siswa kelompok atas dapat menjawab benar dan semua siswa kelompok bawah menjawab salah, maka DB akan +1,00
ž  Bila semua siswa kelompok atas dapat menjawab salah dan semua siswa kelompok bawah dapat menjawab benar, maka DB akan -1,00.
ž  Bila baik siswa kelompok atas maupun kelompok bawah dapat menjawab dengan benar maka DB akan 0,00.
ž  Bila baik siswa kelompok atas maupun kelompok bawah menjawab salah maka DB akan 0,00. 
PENGUJIAN VALIDITAS TES HASIL BELAJAR
ž  Validitas berhubungan dengan kemampuan untuk mengukur secara tepat sesuatu yang diinginkan diukur.
ž  Cara mengetahui validitas alat ukur
  sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium,(kriteria) dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriteria.teknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah teknik kolerasi.

Rumus kolerasi dengan angka kasar:


 



Diamana:
ž  Rxy=koefesien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang dikolerasikan.
ž  Dengan menggunakan data hasil pengamatan di SMAN 9 MEDAN hasil tes prestasi soal fisika, dihitung dengan rumus diatas yaitu:
Soal 1


 





Soal 2




Soal 3





Soal 4

           
 





Soal 5


 





Soal yang di tampakkan hanya sampai 5 soal.
Pembahasan keseluruhan
Kevalitan soal
 rentang hasil
Soal(1)  0,21221232
Sangat rendah
Soal(2) 0,76885748
 Tinggi
Soal(3) 0,70138155
Tinggi
Soal(4) 0,64867745
Cukup
Soal(5) 0,25394
Rendah
Soal(6) -0,26298
Rendah
Soal(7) 0,69524
Tinggi
Soal(8) 0,38215
Rendah
Soal(9) 0,66394
Tinggi
Soal(10) 0,40611
Rendah

ANALISIS SOAL
ž  Soal 10,21221232=Sangat rendah
Ø  Analisis yang didapat  mengapa sangat rendah akibat  pemahaman siswa terhadap soal ini terbilang sedikit dan totalnya sedikit. Jadi tinggi rendah X dan Y nya berpengaruh terhadap nilai.
ž  Soal(2) 0,76885748= Tinggi
Ø  Analisis yang didapat  mengapa tinggi akibat pemahaman siswa terhadap soal ini terbilang tinggi dan totalnya  tinggi sehingga tinggi rendahnya berpengaruh.

RELIABILITAS
Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. Suatu tes dapat dikatakan mampunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Maka pengertian reliabilitas tes, berhubungan dengan ketetapan hasil tes.
 Teknik Belah Dua
Dalam tes belah dua ini, suatu tes diberikan kepada sejumlah subjek (sampel).item- item tes itu dibagi dua nomor ganjil dan genap.
Skor soal-soal nomor ganjil dan genap
Perhitungan realibilitas tes dengan teknik belah dua

Perhitungan



                                                                 


 
                                                                 
Tabel rentang
NO
RENTANG
PENAFSIRAN ARTI
1
0,00-0,40
Reliabilitas rendah
2
0,41-0,70
Reliabilitas sedang
3
0,71-0,90
Reliabilitas tinggi
4
0,91-1,00
Reliabilitas sangat tinggi

Reliabilitas yang didapat dari soal-soal tadi adalah sebesar 0.783608 berarti penafsirannya adalah reabilitasnya tinggi
SOAL- SOALNYA
PENGUKURAN, BESARAN, DAN SATUAN
·         Berikut ini yang termasuk besaran pokok adalah…..
a.       Panjang, massa, waktu                  c. panjang, luas, volume
b.      Kecepatan, percepatan                  d. massa, berat, gaya
Kriteria soal diatas termasuk dalam kriteria C1 karena memasuki mengenai pemahaman dan pengertian.
·         Jika kecepatan suatu benda yang bergerak didefinisikan sebagai jarak perpindahan dibagi dengan waktu tempuh, maka satuan besaran kecepatan dalam SI adalah….
a.       Sentimeter/sekon                           c. meter/sekom
b.      Kilometer/jam                               d. kilometer/sekon
Kriteria soal diatas termasuk dalam kriteria C1  mengenai ingatan siswa terhadap satuan kecepatan
·         Panjang benda A diukur memakai alat ukur X, sedangkan panjang benda B diukur memakai alat ukur Y. nilai hasil pengukuran masing-masing adalah:
·         Panjang benda A= 10 panjang X
·         Panjang benda B= 10 panjang Y
Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua hasil pengukuran tersebut adalah….
a.       Kedua benda itu sama panjangnya
b.      Kedua benda itu berbeda panjangnya
c.       Kedua benda itu sama panjangnya jika alat ukur X sama panjang dengan alat ukur Y
d.      Kedua benda itu berbeda panjangnya jika alat ukur x sama panjangnya dengan alat ukur Y
Kriteria pada soal 3 kriteria nya adalah C4 karena disana menganalisis pemahaman siswa tentang satuan dan besaran suau panjang.
·         Untuk mengukur kedalaman botol kecil berbentuk silinder digunakan….
a. mistar berskala millimeter                c. micrometer sekrup
b. mistar berskala sentimeter               d. jangka sorong

Kriteria dari soal no 4 adalah C2 karena harus menggunakan pemahaman siswa mengenai bagaimana cara menggunakan alat diatas.

·         Massa bendad diukur menggunakan alat ukur……
a.       Mistar                                            c. mikrometer
b.      Jangka sorong                               d. neraca
Kriteria soal diatas adalah C1 karena membutuhkan ingatan siswa untuk dapat memahami alat ukur tersebut
·         Perhatikan pernyataan tentang syarat satuan SI berikut ini!
1)      Tidak dipengaruhi oleh suhu
2)      Tidak mudah ditiru
3)      Dapat dipakai dimana-mana
4)      Menunjukkan ketelitian yang tinggi
5)      Mudah dibuat tiruannya
Pernyataan yang benar adalah….
a.       1), 2), 3)                                        c. 1), 3), dan 5)
b.      2), 3), dan 4)                                 d. 2), 4), dan 5)
kriteriasoal adalah C5 karena soal ini menggunakan sintesis soal dengan menggunakan angka2…
·         Jika momentum suatu benda didefinisikan sebagai massa kali kecepatan benda tersebut, maka satuan momentum menurut SI adalah….
a.       g cm/s                                            c. kg m/s2
b.      kg m                                              d. kg m/s
Kriteria soal termasuk C1 karena soal ini membuktikan ingatan siswa terhadap satuan
·         speedometer yang terdapat pada setiap kendaraan bermotor adalah alat untuk mengukur laju kendaraan bermotor tersebut. Dalam hal ini, laju merupakan…..
a.       besaran pokok                               c. satuan besaran poko
b.      besaran turunan                             d. bukan besaran fisika
kriteria soal 8 adalah C2mengenai pemahaman siswa.
·         dalam astronomi dikenal satuan tahun cahaya. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun. Jika kecepatan cahaya diudara 3X108 m/s dan 1 tahun=365,25 hari, berapa meter jarak satu tahun cahaya?
a.9,8 X 1015                                         c. 9,48 X 1015
b. 9,5 X 1015                                        d. 9,40 X 1015
kriteria soal diatas adalah C2 pemahaman terhadap soal.

·         dua buah gaya F1 dan F2 masing-masing 8/2 N dan 2 N terletak pada bidang datar. Koordinat titik tangkap kedua gaya itu berturut-turut (2,2) dan (0,3), sedangkan arahnya terhadap sumbu x positif berturut- turut 450 dan 900 maka….
a.       Pasangan kedua gaya tersebut disebut kopel
b.      Pasangan kedua gaya itu sebesar 10/2 N
c.       Komponen gaya F2 searah dengan sumbu x adalah 2N
d.      Komponen gaya F1 searah sumbu x sebesar 8N
Kriteria soal diatas adalah C2 pemahaman.












BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
·         Dari 10 soal yang digunakan untuk menguji siswa ternyata hanya beberapa saja yang dapat digunakan dan soalnya tidak berpariasi.
·         Sebagaimana contoh validitas dari 10 soal sbagai sampel penilaian ada dua soal yaitu:
Soal 1 0,21221232=Sangat rendah
Analisis yang didapat  mengapa sangat rendah akibat  pemahaman siswa terhadap soal ini terbilang sedikit dan totalnya sedikit. Jadi tinggi rendah X dan Y nya berpengaruh terhadap nilai.
Soal(2) 0,76885748= Tinggi
 Analisis yang didapat  mengapa tinggi akibat pemahaman siswa terhadap soal ini terbilang tinggi dan totalnya  tinggi sehingga tinggi rendahnya berpengaruh.
·         Reliabilitas yang didapat dari soal-soal yang diuji adalah sebesar 0.783608 berarti penafsirannya adalah reabilitasnya tinggi.
·         Bisa disimpulkan dari soal  yang dianalisis pada validitas soalnya tergolong bervariasi dan validitas setiap soal juga bervariasi dan valid sehingga reabilitasnya cukup tinggi.















DAFTAR PUSTAKA

Esvandiari.2008. smart fisika SMA.jakarta. puspa swara.
Sudjana, Nana. 1989. Penilaian Hasil Proses Belajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset
http://ardri.blogspot.com/2012/09/23pengertian validitas-reabilitas-siswa.html.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar